Minggu, 14 September 2014

Belajar Dari Kehidupan Semut



 Semut adalah salah satu jenis binatang yang namanya Allah sebutkan dalam Al-Qur’an. Bahkan, salah satu nama surat dari 114 surah, diberi nama surat An-Namal (semut), surat yang ke-27 dalam urutan mushhaf.
Begitu agungnya seekor semut, walaupun hanya dalam dua ayat disebutkan Allah, namanya dicatat sebagai nama sebuah surat. 
Ada beberapa hal yang bisa kita contoh dari kehidupan semut diantaranya : Semut adalah binatang yang hidup berkelompok dan bersama serta selalu bekerjasama. Semut adalah binatang yang tidak hidup dengan pola kesendirian atau individualisme. Semut menyadari akan kondisinya yang kecil dan lemah. Namun, kebersamaan dan kerjasama membuatnya menjadi binatang yang tidak bisa dipandang remah. Seekor gajahpun, jika diserang semut secara bersama akan mati mengenaskan.

Semut, dengan kebersamaan sekalipun fisiknya kecil, namun bisa membuat onggokan sebesar bukit.Begitulah hebatnya pola kehidupan semut yang suka dengan kebersamaan dan saling membantu. 
Semut adalah binatang yang selalu hidup damai dengan sesamanya dan tidak pernah berkelahi. Coba lihat! Sekelompok semut yang sedang menarik makanan. Pernahkah mereka menariknya ke arah yang berlawanan satu sama lain?. Sekelompok semut tidak pernah bertengkar dalam memperebutkan sesuatu. Bahkan mereka saling memberitahu jika memperoleh sesuatu. Dan ketika menarik makanan ke dalam lobang atau sarang, mereka menunjukan pola kebersamaan. Jika yang satu menarik, maka yang lain mendorong, begitupun sebaliknya. 

Semut adalah binatang yang selalu bertegur sapa dan bersalaman ketika bertemu dengan yang lain. Bahkan karena akrabnya, mereka saling cium pipi antara satu dengan yang lain.

 Menurut hasil pengamatan, cium pipi yang dicontohkan semut adalah cium pipi keakraban. Di mana, mereka memulainya dari pipi kiri kemudian pipi kanan.Begitulah sikap mulia semut yang juga mesti dicontoh manusia. Hendaklah mereka ketika bertemu dengan yang lain, saling tegur sapa dan memberi salam. Terlepas, apakah dia orang yang kita kenal atau bukan.
Semut adalah binatang yang kreatif dan selalu bergerak. Semut adalah binatang yang tidak kenal lelah, tidak suka bermalasan dan berpangku tangan. Tidak akan ditemui seekor semut yang tidur pulas, apalagi dalam waktu yang lama. 
Semut adalah biantang yang kuat, karena seekor semut mampu menarik baban sebesar sepuluh kali berat bobot badannya. Hal itu tentu juga mesti menjadi contoh bagai manusia terutama umat Islam. Seorang mukmin mestilah kuat baik fisik, akal maupun rohani.

Bukankah Rasulullah saw. pernah bersabda bahwa “seorang mukmin yang kuat lebih utama dibandingkan mukmin yang lemah”
Semut adalah binatang yang suka hidup teratur dan disiplin. Coba perhatikan jika sekelompok semut sedang berjalan. Yang terlihat adalah keteraturan dan kedisiplinan yang tinggi. Segerombolan semut akan berjalan dengan teratur, antri, tidak saling mendahului apalagi saling injak satu sama lain. Jika semut bisa hidup teratur, disiplin serta patuh pada aturan, lalu kanapa manusia yang berakal tidak bisa diatur dan selalu melanggar aturan tersebut. 


Filosofi hebat semut yang bisa kita tiru :
  •  Never Give Up.


Pernah mencoba menghalangi jalan seekor semut? Apa yang terjadi? Si semut pasti berusaha untuk mencari jalan lain. Kita halangi lagi jalan lain yang akan di tempuh,dan dia tetap mencari jalan lain untuk menlanjutkan perjalanannya. Terus-terusan kita halangi jalannya dan pasti terus-terusan pula dia mencari jalan lain bahkan dia akan mendaki,meskipun resikonya kehilangan nyawanya. Hikmah yang bisa kita ambil dari hal tersebut adalah bahwa seekor semut tidak pernah menyerah terhadap halangan apapun yang menghambat atau menghalangi tujuannya.

  • TeamWork.

Kalau mau belajar kerja sama, kita harus belajar kepada semut. Jika seekor semut menemukan makanan yang cukup besar, maka ia akan mengundang rekan-rekannya untuk bersama-sama menggotong makanan tersebut ke gudang mereka. Mereka akan mengerubuti makanan tersebut dari semua arah dan berusaha membawanya bersama-sama. Jika makanan itu terlalu besar dan berat untuk digotong bersama-sama, maka mereka akan merobek makanan tersebut menjadi kecil-kecil dan membawa potongan yang kecil-kecil itu ke gudang sarang mereka. Tidak ada yang menyombongkan diri karena sudah menemukan makanan tersebut. Tidak ada juga yang membanggakan diri karena bisa membawa potongan yang lebih besar. Bahkan jika diperjalanan ada celah besar dan dalam yang menghalani jalannya, ternyata yang terjadi adalah ada sebagian semut mengorbankan diri mereka dengan cara merekatkan diri menjadi jembatan hidup guna kelancaran perkerjaan rekan-rekan semut yang lain. Tujuan mereka hanya satu, kerjasama menyelesaikan pekerjaan besar tersebut.


The Winner selalu berfikir mengenai kerja sama, sementara The Looser selalu berfikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya. Untuk membentuk ikatan persahabatan dan persaudaraan harus ada kerendahan hati dan keikhlasan bekerja sama.